Gibran Rakabuming Bisa Dibatalkan Dari Peserta Pilpres! Mau Tau Jawabannya, Yuk Baca Beritanya

- 1 November 2023, 17:33 WIB
Demi Ponakan Ketua Mahkamah Konstitusi Membuka Jalan Gibran Cawapres 2024
Demi Ponakan Ketua Mahkamah Konstitusi Membuka Jalan Gibran Cawapres 2024 /ilustrasi-Malanghits.com/

MUSIANAPEDIA.com - Ketua Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) Jimly Asshiddiqie menilai bila merujuk pada Undang-Undang nomor 48 tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, pembatalan putusan MK terkait batal usian Capred dan Cawapres bisa dilakukan.

"Jadi setelah kami diskusikan, itu masuk akal, ada gunanya. Kan, permintaannya supaya putusan MK itu dibatalkan, gitu lho. Dengan merujuk kepada UU Kekuasaan Kehakiman, (pasal) 17 yang ayat 7-nya," kata Jimly dalam sidang pemeriksaan laporan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku hakim di gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu, 1 November 2023.

Bahkan, dalam UU Nomor 48 tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman Pasal 17 Ayat 3 dan 4, diterangkan baik ketua majelis maupun hakim anggota harus mengundurkan diri, ketika memiliki hubungan keluarga dengan yang berperkara.

Diterangkan juga dalam pasal 5, kalau ketentuan itu juga berlaku untuk hakim maupun panitera, yang punya kepentingan langsung maupun tidak langsung dengan perkara.

Diterangkan juga, kata Jimly, ketika melanggar ketentuan dalam pasal 5, ketputusan itu dinyatakan tidak sah. Dan itu diterangkan dalam pasal 6.


"Dalam hal terjadi pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) putusan dinyatakan tidak sah dan terhadap hakim atau panitera yang bersangkutan dikenakan sanksi administratif atau dipidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," demikian bunyi ayat 6.

Selain itu, diterangkan juga dalam pasal 17 ayat 7, kalau perkara yang setelah diperiksa sesuai dimaksud dalam pasal 5 dan 6, akan diperiksa kembali dengan susunan hakim yang beda.

Inilah yang menjadi alasan Jimly, mengabulkan tentang pelaporan pelanggaran kode etik yang disampaikan Deni Indrayana.

"Kami runding, masuk akal itu. Oke, untuk, kalau misalnya kita tolak itu timbul kecurigaan juga 'waduh ini sengaja berlindung di balik prosedur jadwal'," jelasnya. ***

Editor: Aan Sangkutiyar


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah